• PKBM MANDIRI WONOAYU
  • BERSAMA KITA BISA

Inovasi Kotak Petir yang Ajak Murid Berpikir

SETIAP kali mengajar, Mohammad Nuh menenteng kotak kayu. Dilihat sekilas mirip kotak biasa. Ukurannya 60 x 40 x 15 cm. Di salah satu sisi terlihat gambar-gambar metamorfosis hewan juga tumbuh kembang tanaman. Di sisi lainnya putih polos. Bagian yang bisa dilepas dari kotak itulah yang menjadi media pembelajaran bagi para siswa kejar paket A PKBM Mandiri Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Di bagian tersebut, siswa bisa menempelkan aneka gambar urutan metamorfosis hewan. Gambar-gambar tersebut dibuat Nuh. Setiap rangkaian disimpan dalam dus kertas makanan supaya tidak tercampur. Dus itu dimasukkan ke dalam kotak kayu itu juga.

Misalnya, gambar metamorfosis kupu-kupu yang terdiri atas lima gambar. Telur, ulat kecil, ulat dewasa, kepompong, hingga kupu-kupu diletakkan dalam satu kotak. Bagian luar kotak diberi tulisan kupu-kupu. Tanda tersebut memudahkan Nuh saat mengambil tema yang dikehendaki. ”Kotak kertas berisi gambar saya simpan di kotak ini. Namanya Kotak Petir,” kata Nuh seraya menunjuk kotak karyanya tersebut.

Nama Kotak Petir yang disematkan Nuh bermakna peta pikiran. Layaknya peta, dengan kotak itu, para siswa kejar paket A yang dibimbing Nuh dituntun untuk memetakan informasi dengan cara berpikir aktif dan kreatif. Tidak sekadar menerima informasi dari tutor secara pasif.

Bagi Nuh, pembelajaran konvensional yang meletakkan siswa sebagai objek sudah tidak berlaku lagi. Cara seperti itu membuat para siswa tidak mampu berpikir kreatif. Siswa juga tidak akan tertarik belajar jika modalnya hanya buku dan mendengarkan penjelasan guru.

Berangkat dari hal itu, Nuh menciptakan media pembelajaran yang mengasyikkan sekaligus mampu membuat para siswa aktif. Suami Lailatus Zuhriah tersebut ingin mengajak para siswa berpikir saat belajar. Mereka tertarik untuk terus belajar karena ada media yang menyenangkan.

Dengan Kotak Petir, proses belajar mengajar tidak melulu di dalam ruangan. Media pebelajaran tersebut juga bisa dibawa ke luar ruangan. Tinggal ditenteng seperti kotak perkakas. Siswa bisa mengurangi rasa bosan belajar di dalam ruangan. ”Maklum, banyak siswa kejar paket A yang berumur. Ada siswa yang usianya lebih dari 55 tahun,” ucap Nuh, lantas tersenyum.

Dengan media Kotak Petir, lanjut Nuh, ilmu yang ditularkan kepada siswa lebih mudah diterima. Apalagi, mereka diminta untuk aktif dan terlibat dalam pembelajaran.

Nuh membiarkan anak didiknya berkreasi. Menyampaikan informasi sesuai yang ada dalam peta pikir mereka masing-masing. Tentu saja, hasil urutan para siswa beragam. Ada yang sudah benar, sedikit kekurangan, sampai ada yang urutannya acak-acakan. ”Meski salah, mereka harus diapresiasi karena sudah berani berekspresi. Belajar dengan media seperti itu, siswa tidak akan mudah lupa, selalu ingat,” lanjut dia.

Nuh menyatakan bahagia karena Kotak Petir bikinannya mampu mengantarkan dirinya menjadi juara pertama tutor paket A berprestasi tingkat Jawa Timur. Berkat keberhasilan tersebut, dia berhak menjadi peserta lomba tingkat nasional. Dia berharap bisa menjadi pemenang. Dia ingin ”balas dendam” untuk mewujudkan keinginannya ke luar negeri.

Pada 2013 Nuh sebetulnya sudah mewakili Jawa Timur untuk kategori tutor paket C di tingkat nasional. Namun, kemenangan belum berpihak padanya. Dia hanya menjadi juara keempat. Hadiah ke luar negeri yang menjadi dambaannya kandas. Saat itu yang berhak studi banding ke Finlandia hanya juara pertama, kedua, dan ketiga.

Sudah empat kali Nuh mewakili Jawa Timur dalam perlombaan tutor berprestasi. Pada 2006, 2007, 2013, dan 2014. Tapi, dia belum pernah meraih juara pertama. Tahun ini merupakan tahun kelimanya menjadi peserta yang berhak ikut lomba dan menghadiri upacara bendera 17 Agustus di Istana Merdeka Jakarta. Ayah dua anak itu dijadwalkan berada di Jakarta pada 12–19 Agustus.

Targetnya tentu jadi juara. Dia yakin bisa menang karena menggunakan media pembelajaran yang inovatif. Untuk membuat media tersebut, Nuh sering membaca buku dan membuat percobaan. Dia juga berselancar di dunia maya untuk mencari gambar-gambar pertumbuhan hewan dan tumbuhan yang diinginkan.

Gambar-gambar tersebut di-download, lalu dicetak dengan ukuran seragam dan dilaminating. Gambar dilapisi plastik agar tidak mudah rusak. Selain itu, plastik berfungsi merekatkan double tip. Tujuannya, gambar bisa ditempelkan pada papan Kotak Petir. Meski terlihat sederhana, Kotak Petir karya Nuh benar-benar membuat siswa berpikir. (*/c7/ayi)

 

Dikutip dari http://www2.jawapos.com/baca/artikel/19940/Inovasi-Kotak-Petir-yang-Ajak-Murid-Berpikir

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2015

Tutor Paket A Berprestasi Juara I     : Rini Putir Indriyani, S.Pd (PKBM Handayani Sragen, Jawa Tengah) Juara II    : Ira Diana, S.Pd (PKBM Sanggo Langit, Kota

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator
Sample Post 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator
Sample Post 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator
Sample Post 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco l

01/04/2019 21:44 WIB - Administrator